Terbaru

Tak Hanya Bekerja dari Hati, Manfaatkan Inovasi Teknologi Juga Bantu Tingkatkan Produktivitas Selama WFH

Tak sekadar ‘Work from Home’, WFH juga dapat dimaknai ‘Work from Heart’ sehingga seseorang lebih bersemangat, mampu bekerja tanpa beban, dan makin produktif.
Oleh:
Tim Hukumonline
Bacaan 3 Menit
Hukumonline

Pada dasarnya, mereka yang memilih bekerja usai menyelesaikan studi ingin mendapatkan kestabilan ekonomi dan hidup mandiri. Namun, tidak sedikit juga yang menganggap, tujuan bekerja lebih dari itu. Mereka ingin mempraktikkan ilmu yang sudah dipelajari di sekolah, mewujudkan passion, hingga menggapai karier dan jabatan yang diinginkan.

 

Sayangnya, bekerja hanya mengerahkan seluruh tenaga dan otak tidaklah cukup. Manusia bukan robot yang harus duduk seharian di depan komputer, mengerjakan dan menyelesaikan tugas demi tugas, lalu mengulang aktivitas serupa keesokan harinya. Bekerja dengan hati merupakan cara yang dapat Anda praktikkan supaya pekerjaan yang dihasilkan jauh lebih maksimal dan bermakna.

 

Lebih dari satu tahun kondisi pandemi Covid-19 telah mengubah sebagian besar gaya kerja menjadi online (work from home-WFH). Survei yang dilakukan pada ‘Hukumonline Subscribers Meet Up #2: Stay Productive & Connected While Working from Home’ menyatakan, dua faktor terbesar yang menjadi tantangan WFH adalah terhambatnya koordinasi pekerjaan dan banyaknya distraksi yang dialami para pekerja dengan aktivitas di rumah.

 

“Hal terberat dari WFH adalah saat eksekusi atau pelaksanaan kerjanya. Namun, untuk mengatasi itu kita harus lakukan bekerja pakai hati supaya mendapat hasil yang baik dan maksimal. Jadi WFH tak hanya ‘Work from Home’, namun juga ‘Work from Heart’ kata Senior Legal Counsel PT Samsung Electronic Indonesia, Samuel Tanone pada acara ‘Hukumonline Subscribers Meet Up #2: Stay Productive & Connected While Working from Home’, Kamis (9/9).

 

Menurut Samuel, bekerja dari hati dapat meningkatkan kemauan dan tindakan, sehingga mendorong seseorang lebih semangat, bekerja tanpa beban, serta produktif. Adapun pekerjaan bukan hanya perkara mental, melainkan juga harus didukung oleh segenap perangkat penunjang, terutama pemanfaatan teknologi secara maksimal.

 

Hukumonline menyadari, situasi di mana sebagian besar pekerjaan harus dilakukan secara remote atau jarak jauh memunculkan satu tantangan baru, yaitu pengelolaan dokumen. Terlebih, bagi divisi hukum yang memiliki beragam bentuk dokumen hukum. Pasalnya, jika diabaikan atau ada sedikit kesalahan, hal ini akan memengaruhi aktivitas dan kelanjutan bisnis, seperti kontrak kerja, perjanjian lisensi, izin usaha, dan lain sebagainya. Sayangnya, masih ada perusahaan yang menggunakan metode penyimpanan konvensional; atau sekalipun sudah menerapkan sistem online, akses terhadap jaringan tetap membutuhkan izin berlapis dan tak fleksibel.

 

Menjawab permasalahan tersebut, kini hadir sebuah platform pengelolaan dokumen canggih bernama Excellent Document Management (Exdoma). Perusahaan tak perlu lagi khawatir soal kesulitan akses maupun keamanan, sebab Exdoma sudah dilengkapi dengan fitur-fitur unggulan, di antaranya:

Halaman Selanjutnya:
Berita Terkait