Kenegaraan

Jenis-Jenis Visa dan Kegunaannya

Bacaan 6 Menit
Jenis-Jenis Visa dan Kegunaannya

Pertanyaan

Saya bingung membedakan visa. Ada yang namanya visa on arrival, dan namanya visa kunjungan, ada lagi visa tinggal terbatas, kemudian visa sekali perjalanan, beberapa kali perjalanan. Mohon jelaskan kegunaan masing-masing visa yang saya sebutkan. Terima kasih.

Intisari Jawaban

circle with chevron up

Secara umum visa terdiri dari 4 jenis yaitu visa diplomatik, visa dinas, visa kunjungan, dan visa tinggal terbatas. Kemudian, visa kunjungan dibedakan lagi menjadi beberapa macam yaitu visa sekali perjalanan, visa beberapa kali perjalanan, dan visa kunjungan saat kedatangan (visa on arrival). Apa kegunaan masing-masing jenis visa tersebut dan kepada siapa dapat diberikan?

Penjelasan lebih lanjut dapat Anda klik ulasan di bawah ini.

Ulasan Lengkap

Artikel di bawah ini adalah pemutakhiran dari artikel dengan judul sama yang dibuat oleh Sovia Hasanah, S.H. dan pertama kali dipublikasikan pada 7 Desember 2017.

Untuk menjawab pertanyaan Anda kami berasumsi bahwa jenis visa yang Anda tanyakan adalah visa Republik Indonesia.

Definisi Visa

Visa Republik Indonesia (“Visa”) adalah keterangan tertulis, baik secara manual

maupun elektronik yang diberikan oleh pejabat yang berwenang untuk melakukan perjalanan ke wilayah Indonesia dan menjadi dasar untuk pemberian izin tinggal, demikian yang diatur dalam Pasal 106 angka 1 Undang-Undang Nomor 11 tahun 2020 tentang Cipta Kerja (“UU Cipta Kerja”) yang mengubah Pasal 1 angka 18 Undang-Undang Nomor 6 Tahun 2011 tentang Keimigrasian (“UU Keimigrasian”).

Setiap orang asing yang masuk Indonesia wajib memiliki visa yang sah dan masih berlaku, kecuali ditentukan lain berdasarkan UU Keimigrasian dan perjanjian internasional.[1]

Jenis-Jenis Visa

Secara umum, visa terdiri atas:[2]

  1. Visa diplomatik

Visa diplomatik diberikan kepada orang asing pemegang paspor diplomatik dan paspor lain, termasuk anggota keluarganya, untuk masuk wilayah Indonesia guna melaksanakan tugas yang bersifat diplomatik, berdasarkan perjanjian internasional, prinsip resiprositas, dan penghormatan (courtesy).[3]

  1. Visa dinas

Visa dinas diberikan kepada orang asing pemegang paspor dinas dan paspor lain, termasuk anggota keluarganya, yang akan melakukan perjalanan ke wilayah Indonesia dalam rangka melaksanakan tugas resmi yang tidak bersifat diplomatik dari pemerintah asing yang bersangkutan atau organisasi internasional.[4]

Pemberian visa diplomatik dan visa dinas merupakan kewenangan Menteri Luar Negeri dan dalam pelaksanaannya dikeluarkan oleh pejabat dinas luar negeri di Perwakilan Republik Indonesia.[5]

  1. Visa tinggal terbatas

Visa tinggal terbatas diberikan kepada orang asing:[6]

  1. sebagai rohaniawan, tenaga ahli, pekerja, peneliti, pelajar, investor, rumah kedua, dan keluarganya, serta orang asing yang kawin secara sah dengan warga negara Indonesia (“WNI”), yang akan melakukan perjalanan ke wilayah Indonesia untuk bertempat tinggal dalam jangka waktu yang terbatas; atau
  2. dalam rangka bergabung untuk bekerja di atas kapal, alat apung, atau instalasi yang beroperasi di wilayah perairan nusantara, laut teritorial, landas kontinen, dan/atau Zona Ekonomi Eksklusif Indonesia.

Adapun yang dimaksud dengan visa tinggal terbatasrumah kedua” pada huruf a di atas adalah visa yang diberikan kepada orang asing beserta keluarganya untuk menetap di Indonesia selama 5 tahun/10 tahun setelah memenuhi persyaratan tertentu.[7]

Visa tinggal terbatas dapat diberikan untuk jangka waktu maksimal 2 tahun, 1 tahun, 6 bulan, 90 hari, atau 30 hari.[8]

  1. Visa kunjungan

Visa kunjungan diberikan kepada orang asing yang akan melakukan perjalanan ke wilayah Indonesia dalam rangka kunjungan tugas pemerintahan, pendidikan, sosial budaya, pariwisata, prainvestasi, bisnis, keluarga, jurnalistik, atau singgah untuk meneruskan perjalanan ke negara lain.[9]

Visa kunjungan juga dapat diberikan kepada warga negara dari negara tertentu yang ditetapkan berdasarkan peraturan Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia pada saat kedatangan di tempat pemeriksaan imigrasi oleh pejabat imigrasi.[10]

Visa kunjungan ini dibedakan menjadi:[11]

  1. Visa kunjungan 1 kali perjalanan

Visa ini diberikan kepada orang asing untuk tinggal di Indonesia maksimal 60 hari dalam rangka:[12]

  1. wisata;
  2. keluarga;
  3. sosial;
  4. seni dan budaya;
  5. tugas pemerintahan;
  6. olahraga yang tidak bersifat komersial;
  7. studi banding, kursus singkat, dan pelatihan singkat;
  8. memberikan bimbingan, penyuluhan, dan pelatihan dalam penerapan dan inovasi teknologi industri untuk meningkatkan mutu dan desain produk industri, serta kerja sama pemasaran luar negeri bagi Indonesia;
  9. melakukan pekerjaan darurat dan mendesak;
  10. jurnalistik yang telah mendapat izin dari instansi yang berwenang;
  11. pembuatan film yang tidak bersifat komersial dan telah mendapat izin dari instansi yang berwenang;
  12. melakukan pembicaraan bisnis;
  13. melakukan pembelian barang;
  14. memberikan ceramah atau mengikuti seminar;
  15. mengikuti pameran internasional;
  16. mengikuti rapat yang diadakan dengan kantor pusat atau perwakilan di Indonesia;
  17. melakukan audit, kendali mutu produksi, atau inspeksi pada cabang perusahaan di Indonesia;
  18. calon tenaga kerja asing dalam uji coba kemampuan dalam bekerja;
  19. meneruskan perjalanan ke negara lain; dan
  20. bergabung dengan alat angkut yang berada di Indonesia.
  1. Visa kunjungan beberapa kali perjalanan

Visa kunjungan beberapa kali perjalanan diberikan kepada orang asing dengan masa berlaku visa selama 5 tahununtuk tinggal di Indonesia maksimal 60 hari, yang diberikan dalam rangka:[13]

  1. keluarga;
  2. sosial;
  3. seni dan budaya;
  4. tugas pemerintahan;
  5. melakukan pembicaraan bisnis;
  6. melakukan pembelian barang;
  7. mengikuti seminar;
  8. mengikuti pameran internasional;
  9. mengikuti rapat yang diadakan dengan kantor pusat atau perwakilan di Indonesia; dan
  10. meneruskan perjalanan ke negara lain.
  1. Visa kunjungan saat kedatangan (visa on arrival)

Visa kunjungan saat kedatangan (visa on arrival) diberikan kepada orang asing untuk tinggal di Indonesia maksimal 30 hari dalam rangka:[14]

  1. wisata;
  2. keluarga;
  3. sosial;
  4. seni dan budaya;
  5. tugas pemerintahan;
  6. olahraga yang tidak bersifat komersial;
  7. studi banding, kursus singkat dan pelatihan singkat;
  8. melakukan pekerjaan darurat dan mendesak;
  9. melakukan pembicaraan bisnis;
  10. melakukan pembelian barang;
  11. memberikan ceramah atau mengikuti seminar;
  12. mengikuti pameran internasional;
  13. mengikuti rapat yang diadakan dengan kantor pusat atau perwakilan di Indonesia;
  14. meneruskan perjalanan ke negara lain; dan
  15. bergabung dengan alat angkut yang berada di Wilayah Indonesia.

Demikianlah jenis-jenis visa yang diberikan oleh pemerintah kepada orang asing di Indonesia beserta kegunaannya masing-masing.

Seluruh informasi hukum yang ada di Klinik hukumonline.com disiapkan semata – mata untuk tujuan pendidikan dan bersifat umum (lihat Pernyataan Penyangkalan selengkapnya). Untuk mendapatkan nasihat hukum spesifik terhadap kasus Anda, konsultasikan langsung dengan Konsultan Mitra Justika.

Perkaya riset hukum Anda dengan analisis hukum terbaru dwi bahasa, serta koleksi terjemahan peraturan yang terintegrasi dalam Hukumonline Pro, pelajari lebih lanjut di sini.

Demikian jawaban dari kami, semoga bermanfaat.

Dasar Hukum:

  1. Undang-Undang Nomor 6 Tahun 2011 tentang Keimigrasian;
  2. Undang-Undang Nomor 11 tahun 2020 tentang Cipta Kerja;
  3. Peraturan Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia Nomor 24 Tahun 2016 tentang Prosedur Teknis Permohonan dan Pemberian Visa Kunjungan dan Visa Tinggal Terbatas sebagaimana telah diubah dengan Peraturan Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia Nomor 51 Tahun 2016 tentang Perubahan Atas Peraturan Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia Nomor 24 Tahun 2016 tentang Prosedur Teknis Permohonan dan Pemberian Visa Kunjungan dan Visa Tinggal Terbatas.

[1] Pasal 8 ayat (2) UU Keimigrasian

[2] Pasal 34 UU Keimigrasian

[3] Pasal 35 UU Keimigrasian beserta penjelasannya

[4] Pasal 36 UU Keimigrasian beserta penjelasannya

[5] Pasal 37 UU Keimigrasian

[6] Pasal 106 angka 3 UU Cipta Kerja yang mengubah Pasal 39 ayat (1) UU Keimigrasian

[7] Penjelasan Pasal 39 ayat (1) huruf a UU Keimigrasian

[8] Pasal 23 ayat (1) Peraturan Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia Nomor 51 Tahun 2016 tentang Perubahan atas Peraturan Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia Nomor 24 Tahun 2016 tentang Prosedur Teknis Permohonan dan Pemberian Visa Kunjungan dan Visa Tinggal Terbatas (“Permenkumham 51/2016”)

[9] Pasal 106 angka 2 UU Cipta Kerja yang mengubah Pasal 38 UU Keimigrasian

[10] Pasal 41 UU Keimigrasian

[11] Pasal 5 Peraturan Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia Nomor 24 Tahun 2016 tentang Prosedur Teknis Permohonan dan Pemberian Visa Kunjungan dan Visa Tinggal Terbatas (“Permenkumham 24/2016”)

[12] Penjelasan Pasal 106 angka 2 UU Cipta Kerja yang mengubah Penjelasan Pasal 38 UU Keimigrasian jo. Pasal 6 Permenkumham 24/2016

[13] Pasal 7 Permenkumham 24/2016

[14] Pasal 8 Permenkumham 24/2016