Cara Melindungi Tanah yang Diwakafkan di Bawah Tangan

Bacaan 5 Menit
Cara Melindungi Tanah yang Diwakafkan di Bawah Tangan
Pertanyaan
Saya mewakafkan tanah untuk digunakan sebagai fasilitas umum warga desa, namun dilakukan di bawah tangan dengan kepala desa. Setelah kepala desa tersebut meninggal, ternyata anak-anak kepala desa mengira tanah tersebut adalah harta waris dan hendak membaginya. Apa yang harus saya lakukan untuk mempertahankan tanah tersebut agar tetap menjadi tanah wakaf untuk fasilitas umum?

 

Intisari Jawaban
Hukum Indonesia sudah mengatur mengenai perwakafan yang tertuang dalam Undang-Undang Nomor 41 Tahun 2004 tentang Wakaf, Peraturan Pemerintah Nomor 42 tahun 2006 tentang Pelaksanaan Undang-Undang Nomor 41 Tahun 2004 tentang Wakaf dan perubahannya serta Kompilasi Hukum Islam.
 
Jika ternyata wakaf yang pernah dilakukan belum sesuai prosedur yang seharusnya dan nazhir telah meninggal dunia, maka hal yang segera bisa dilakukan adalah menunjukan bukti kepemilikan tanah atau dengan menghadirkan saksi yang mengetahui perwakafan tersebut serta melakukan ikrar wakaf secara resmi agar dapat dibuat akta ikrar wakaf sebagai syarat untuk melakukan pendaftaran peralihan status dari tanah milik menjadi tanah wakaf.
 
Tata cara perwakafan tanah tersebut dapat Anda simak dengan klik ulasan di bawah ini.