Karyawan Tetap Digaji Harian, Bolehkah?

Bacaan 5 Menit
Karyawan Tetap Digaji Harian, Bolehkah?
Pertanyaan

Saya ada pertanyaan mengganjal selama beberapa tahun belakangan terkait status saya di perusahaan tempat saya bekerja. Saya adalah staf sales di salah satu perusahaan swasta di Batam yang bergerak di bidang developer properti. Saya bekerja sudah 5 tahun. Selama bekerja saya tidak pernah mendapat hak cuti dan upah saya dibayar harian tanpa ada penandatanganan kontrak kerja. Saya terikat status permanen karena status demi hukum. Tapi selama bekerja saya tidak pernah menandatangani surat perjanjian kerja status permanen. Dalam hal ini apakah perusahaan melanggar ketentuan kerja berdasar UU Ketenagakerjaan? Apakah wajar apabila karyawan permanen tidak mendapat hak cuti dan mendapat gaji yang dibayar harian Rp 120.000/hari tidak termasuk hari libur dan akhir pekan? Efektif 25 hari kerja. Langkah apa yang harus saya lakukan untuk mendapat hak cuti tahunan dan upah kerja yang sesuai dengan ketentuan UU Ketenagakerjaan? Terima kasih.

Intisari Jawaban

Berdasarkan kebijakan pengupahan yang termuat dalam Peraturan Pemerintah Nomor 36 Tahun 2021 tentang Pengupahan, pengusaha diperkenankan untuk membayar upah pekerja/buruh berdasarkan satuan waktu secara harian dengan tetap berpedoman pada kebijakan pengupahan lainnya seperti tidak melanggar ketentuan upah minimum, yang dalam konteks pertanyaan Anda yaitu upah minimum Kabupaten Batam yang telah ditetapkan dalam Keputusan Gubernur Kepulauan Riau Nomor 1362 Tahun 2020 tentang Upah Minimum Kota Batam Tahun 2021.

Selanjutnya mengenai hak cuti, pada dasarnya cuti tahunan merupakan hak setiap pekerja/buruh yang wajib diberikan oleh pengusaha.

Apa saja langkah hukum yang dapat ditempuh pekerja apabila pengusaha melanggar hak-hak di atas?

Penjelasan lebih lanjut dapat Anda klik ulasan di bawah ini.