Cara Menafsirkan Perjanjian Menurut KUH Perdata

Bacaan 7 Menit
Cara Menafsirkan Perjanjian Menurut KUH Perdata
Pertanyaan

Apa yang bisa dilakukan kedua belah pihak dalam perjanjian jika terdapat perbedaan penafsiran terhadap suatu kata di dalam perjanjian yang telah disepakati tersebut, dalam hal ini salah satu pihak melaksanakan tapi tidak sesuai yang dikehendaki pihak lain?

Intisari Jawaban

Lazimnya, hubungan kontraktual diawali dengan tahap pra-kontrak. Pada fase ini, para pihak saling bernegosiasi dan berusaha menyamakan semua perbedaan yang ada. Sehingga, pada tahap penutupan kontrak, para pihak dianggap telah memahami semua klausul yang tertera dalam kontrak.

Meski demikian, perbedaan penafsiran seringkali masih muncul, terutama pada tahap pelaksanaan kontrak. Perbedaan penafsiran inilah yang mengantarkan hubungan kontraktual pada sengketa kontrak.

Lantas, upaya hukum apa yang bisa dilakukan para pihak jika terjadi sengketa kontrak akibat adanya perbedaan penafsiran perjanjian? Lalu, bagaimana cara melakukan penafsiran perjanjian menurut hukum?

Penjelasan lebih lanjut dapat Anda klik ulasan di bawah ini.