Kriminologi (Kejahatan Mutilasi)

Bacaan 3 Menit
Kriminologi (Kejahatan Mutilasi)
Pertanyaan

Apa yang dimaksud dengan mutilasi dan mengapa terjadi mutilasi?

Ulasan Lengkap

Terima Kasih Samson

 

Kata "mutilasi" belakangan memang sering dipakai, terutama oleh media massa, untuk menggambarkan tindakan pembunuhan yang disertai kekerasan berupa memotong bagian-bagian tubuh korban.

 

Kamus Besar Bahasa Indonesia terbitan Balai Pustaka juga mengartikan "mutilasi" sebagai proses atau tindakan memotong-motong (biasanya) tubuh manusia atau hewan.

 

Sebenarnya, kata "mutilasi" tidak selalu identik dengan manusia atau hewan. Kata ini lebih identik dengan pekerjaan memotong-motong atau memilah sesuatu menjadi bagian-bagian yang lebih kecil. Mutilasi (mutilate) menurut Burton's Legal Thesaurus berarti "amputate, batter, blemish, broise, butcher, cripple, cut, damage, debilitate, deface, deform, deprive of an important part, disable, disfigure, dismantle, dismember, distort, gash, impair, incapatitate, injure, knock out of shape, lacerate, maim, mangle, render a document imperfect" (William C. Burton, Burton's Legal Thesaurus, 3rd ed, New York: McGraw-Hill, 1998).

 

Dalam konteks hukum pidana, pengertian mutilasi tergambar dalam Black Law Dictionary. Berdasarkan kamus yang biasa dipakai orang hukum ini, mutilasi adalah the act of cutting off or permanently damaging a body part, esp. an essential one.

 

Dalam KUHP, perbuatan mutilasi merujuk pada pembunuhan berencana (pasal 340) atau pembunuhan yang diikuti, disertai, atau didahului oleh suatu perbuatan pidana (pasal 339). Bisa juga hanya merujuk pada pembunuhan biasa (pasal 338). Dalam dua putusan Mahkamah Agung yang disertai kekerasan memutilasi bagian-bagian  tubuh korban, hakim sama sekali tak menyinggung istilah mutilasi.

 

Dalam perkara No. 24 PK/Pid/2003, hakim hanya menyatakan terdakwa Siswanto alias Robot bersalah melakukan tindak pidana pembunuhan berencana.

 

Dalam kasus mutilasi yang lebih sadis, yakni perkara pembunuhan korban Soleh bin Zaidan di Musi Banyuasin Sumatera Selatan (terakhir dengan putusan No. 108 PK/Pid/2007), terdakwa Ibrahim bin Ujang dihukum karena secara bersama-sama melakukan pembunuhan berencana. Padahal para pelaku telah melakukan mutilasi terhadap tubuh korban dan menguburkan korban tanpa bagian kepala.

 

Demikian jawaban kami. Mudah-mudaha berkenan (Mys).