Top 100 Indonesian Law Firms 2021:

​​​​​​​Ini Daftar Law Firm Litigasi Papan Atas Indonesia 2021

​​​​​​​Dari total 141 responden, sekitar 28,4% atau 40 kantor hukum memilih fokus praktik sebagai kantor hukum litigasi.
Oleh:
Normand Edwin Elnizar/RED
Bacaan 3 Menit
Hukumonline

Sebanyak 28,4% atau 40 dari 141 kantor hukum yang menjadi responden Survei Kantor Hukum 2021 adalah kantor hukum litigasi (litigation law firm). Tentu, jumlah ini masih jauh dari jumlah kantor hukum litigasi sebenarnya karena para responden survei adalah para kantor hukum yang tercatat sebagai pelanggan Hukumonline. Bukan hanya itu, pengisian kuesioner juga kami batasi jangka waktunya, sehingga masih ada kantor hukum litigasi yang belum sempat mengikuti survei tahun ini.

Kategori kantor hukum litigasi ini sengaja baru dibuat pada survei tahun ini karena banyak permintaan dari para kantor hukum pelanggan Hukumonline yang ingin ikuti survei, namun fokus kerja mereka lebih berat di sektor litigasi. Sebagaimana diketahui, pada survei tiga tahun berturut-turut yang lalu, kuesioner survei difokuskan pada kantor hukum korporasi (corporate law firm).

Dari total 40 kantor hukum yang memilih sebagai kantor hukum litigasi, 10 di antaranya adalah kantor hukum yang hanya mengerjakan prakik litigasi. Sedangkan sisanya, sebanyak 30 kantor hukum (75%) core bisnis mereka adalah praktik litigasi, tapi masih juga menangani praktik-praktik korporasi. Bisa jadi, dalam satu kantor hukum, baik partner maupun associate yang menangani korporasi sekaligus litigasi adalah orang atau fee earners yang sama.

Atas dasar itu, pada pemeringkatan Top 30 Largest Law Firms: Litigation Practice 2021, juara pertama ditempati oleh kantor hukum SIP Law Firm dengan jumlah 52 fee earners. Sedangkan juara kedua adalah kantor hukum Siregar Setiawan Manalu Partnership dengan jumlah 33 fee earners.

Baca:

Zubaidah Jufri, Managing Partner SIP Law Firm bersyukur atas capaian kantornya. Tidak hanya naik peringkat, SIP Law Firm termasuk dalam daftar yang mengalami pertumbuhan positif dari segi jumlah fee earner selama pandemi Covid-19. “SIP Law Firm sejak awal menyiapkan beragam keahlian personel. Kantor kami termasuk yang punya banyak kurator dan pengurus. Begitu terjadi banyak perkara kepailitan dan restrukturisasi di masa pandemi, kami bisa mengambil peluang itu,” kata advokat yang biasa disapa Ida ini.

Ida berbagi sedikit cerita soal kantornya yang mampu naik peringkat dan menambah personel alih-alih melakukan efisiensi. Meski memilih fokus sebagai kantor hukum litigasi, sebenarnya SIP Law Firm juga melayani jasa hukum korporasi. Itu membuat SIP Law Firm juga memiliki kemampuan menangani litigasi bisnis. “Memang ada klien yang berkurang karena bisnisnya terdampak pandemi, namun ada penyeimbang dari peluang lain yang bisa dimanfaatkan,” katanya lagi.

Berita Terkait