Utama

Pentingnya Edukasi Hukum dan Upgrade Kompetensi Tim dalam Perusahaan

Dalam hal ini peran legal dalam pengembangan kompetensi karyawan sangat dibutuhkan.
Oleh:
Fitri Novia Heriani
Bacaan 4 Menit
Manajer Pembelajaran Non Teknis PJB Academy, Hendra Hermawan, dalam Hukumonline Subscribes Meet Up #4 bertema Strategi Efektif Pimpinan Divisi Hukum: Edukasi Hukum Kepada Stakeholders dan Peningkatan Kapasitas Tim, Kamis (21/10).
Manajer Pembelajaran Non Teknis PJB Academy, Hendra Hermawan, dalam Hukumonline Subscribes Meet Up #4 bertema Strategi Efektif Pimpinan Divisi Hukum: Edukasi Hukum Kepada Stakeholders dan Peningkatan Kapasitas Tim, Kamis (21/10).

Target perusahaan merupakan hal yang paling lazim ditemukan dalam menjalankan bisnis. Target berguna sebagai arah dan tujuan perusahaan dalam kurun waktu tertentu. Target ini biasanya diberikan kepada karyawan, dan diharapkan dapat membawa dampak positif terhadap karyawan, stakeholder, dan perusahaan itu sendiri.

Untuk mencapai target tersebut, perusahaan biasanya melakukan evaluasi terhadap pencapaian perusahaan pada periode sebelumnya, dan kemudian menyusun program edukasi untuk mencapai target perusahaan ke depan. Evaluasi dan program edukasi tidak hanya dilakukan kepada tim internal, tetapi juga kepada para stakeholder. Demikian disampaikan oleh Head of Corporate Legal PT Toyota-Astra Motor Johanes April dalam Hukumonline Subscribes Meet Up #4 bertema “Strategi Efektif Pimpinan Divisi Hukum: Edukasi Hukum Kepada Stakeholders dan Peningkatan Kapasitas Tim”, Kamis (21/10).

Johanes menyebut bahwa di tim legal PT Toyota-Astra Motor berupaya untuk memberikan edukasi hukum kepada para stakeholder dan tim legal perusahaan. Evaluasi dilakukan untuk menemukan kendala baik untuk tim internal perusahaan maupun stakeholder. Di PT Toyota-Astra Motor sendiri, beberapa kendala terkait aspek legal yang kerap ditemukan adalah terkait time limit atau tenggat waktu, knowledge atau pengetahuan, interpretation–atau pemahaman yang kurang tepat, wrong decision atau keputusan yang salah, un-proper policy atau kebijakan yang tidak proper, dan various background atau beragam latar belakang seperti pendidikan, usia, jabatan, dan kewenangan.

Dalam situasi ini, perusahaan dalam hal ini divisi legal akan membantu menemukan solusi atas persoalan yang ada, seperti memberikan saran kepada user terkait pelatihan khusus, refreshment, pembuatan SOP, men-deliver knowledge untuk stakeholder terutama terkait contracts drafting in brief, anti-bribery, business competition on brief, pertanggungjawaban korporasi, e-Signing in brief, dan personal data protection knowledge.

Hukumonline.com

Head of Corporate Legal PT Toyota-Astra Motor Johanes April.

Namun tak cuma stakeholder, Johanes menyebut perusahaan juga memberikan pelatihan untuk mengupgrade ilmu kepada tim legal seperti english for legal, perancangan kontrak, PKPA, HaKI, pengadaan barang dan jasa, perlindungan konsumen, persaingan usaha, dan new-data protection. (Baca: Profesional Hukum Wajib Jaga Kesehatan Mental Selama Pandemi dengan Tips Berikut!)

“Ada pelatihan khusus, ada macam-macam, seperti bagaimana memahami dan membaca kontrak, bagaimana SOP juga kepada stakeholder. Kemudian kita juga memberikan saran kepada user berkaitan dengan apa yang harus dia lakukan, juga mendeliver knowledge dengan stakeholder. Khusus tim legal, ini memang training diwajibkan dan dikontrol. Untuk stakeholder sehari-hari diberikan edukasi bagaimana membaca kontrak, bisnis kompetisi dan sebagainya,” kata Johannes.

Dalam merealisasikan edukasi hukum, PT Toyota-Astra Motor menyusun tiga metoda edukasi kepada stakeholder. Pertama, directive. Dilakukan setiap tahun dengan topik edukasi terkait aturan seperti UU, kebijakan tertentu, dan prediksi aktifitas di masa mendatang (Digital Activities, E-commerce, digital signing), dan conferences untuk legal dealer, penyedia, dan PIC internal.

Berita Terkait