Jerat Pidana Pelaku Mutilasi dan Pemerkosa Mayat

Bacaan 6 Menit
Jerat Pidana Pelaku Mutilasi dan Pemerkosa Mayat
Pertanyaan

Bagaimana kedudukan mayat dalam hukum? Apakah pelaku kejahatan kepada mayat seperti mutilasi dan memperkosa mayat digolongkan sebagai pembunuhan dan pemerkosaan orang yang tidak berdaya atau digolongkan pengrusakan benda?

Intisari Jawaban

Perkosaan mayat sulit dijerat dengan pasal-pasal yang ada dalam Kitab Undang-Undang Hukum Pidana (“KUHP”), sebab, tidak ada pasal yang secara tegas mengatur mengenai hal tersebut.

Sama halnya dengan perbuatan perkosaan mayat, KUHP juga tidak mengatur secara spesifik mengenai mutilasi mayat. Namun, dalam praktiknya mutilasi mayat didahului dengan pembunuhan, sehingga pelaku dapat dijerat dengan Pasal 340 tentang pembunuhan berencana, Pasal 339 KUHP tentang pembunuhan yang diikuti, disertai, atau didahului oleh suatu perbuatan pidana; atau Pasal 338 KUHP tentang pembunuhan biasa.

Penjelasan lebih lanjut dapat Anda klik ulasan di bawah ini.

Punya Masalah Hukum Yang Sedang Dihadapi?
Mulai dari Rp 30.000
Powered By Justika