Cara Bagi Harta Pailit Menurut Asas Pari Passu Prorata Parte

Bacaan 6 Menit
Cara Bagi Harta Pailit Menurut Asas <i>Pari Passu Prorata Parte</i>
Pertanyaan

Yang saya pahami, UU 37/2004 telah mengadopsi asas pari passu prorata parte. Namun, banyak masyarakat yang masih belum memahami dan justru beranggapan jika sudah pailit, maka uang tidak akan kembali. Dalam hal ada koperasi dinyatakan pailit, bagaimana pembagian kepada anggota koperasi (kreditor konkuren), sebab masing-masing dari mereka memiliki simpanan dalam jumlah yang berbeda-beda. Ada yang 15 miliar, 11 miliar, dan ada pula yang ratusan dan puluhan juta.

  1. Apakah masing-masing dari kami akan menerima pembagian yang sama, dalam arti dibagi rata atau disesuaikan besarnya dengan jumlah simpanan?
  2. Bagaimana jika ternyata harta debitor tidak cukup untuk dibagi kepada anggota koperasi, apakah kami harus ikhlas dengan uang kami hilang begitu saja? Atau ada langkah hukum lain yang bisa kami tempuh?

Mohon bantuannya untuk dijawab, kami akan sangat terbantu sekali. Terima kasih.

Intisari Jawaban

Pembagian harta debitor pailit dilaksanakan berdasarkan asas pari passu prorata parte dan dinormakan dalam Pasal 1132 Kitab Undang-Undang Hukum Perdata yang artinya semua harta kekayaan debitor, demi hukum merupakan jaminan bersama untuk para kreditor dan hasilnya harus dibagikan secara proporsional antara mereka.

Lantas menyambung pertanyaan Anda, apakah dengan asas pari passu prorata parte berarti dalam hal anggota koperasi yang memiliki simpanan Rp15 miliar akan memperoleh nominal yang sama dengan yang memiliki simpanan Rp11 miliar jika sebuah koperasi dinyatakan pailit?

Penjelasan lebih lanjut dapat Anda klik ulasan di bawah ini.

Punya Masalah Hukum Yang Sedang Dihadapi?
Mulai dari Rp 30.000
Powered By Justika