Apa Beda Legal Officer dan In-house Counsel? Ini Penjelasannya
Berita

Apa Beda Legal Officer dan In-house Counsel? Ini Penjelasannya

Perbedaan rentang tanggung jawab berdasarkan jenjang karier.

Kartini Laras Makmur
Bacaan 2 Menit

 

Perbedaan tugas menurut jenjang karier

Kendati secara umum tidak ada perbedaan dalam hal pekerjaan yang dilakukan oleh legal staff, legal officer, in-house counsel, maupun staf divisi hukum, Yudhistira mengakui tetap ada perbedaan yang muncul dalam dunia divisi hukum perusahaan. Namun, menurut Yudhistira, perbedaan yang ada adalah rentang tanggung jawab berdasarkan jenjang karier.

 

Ia menjelaskan, biasanya jenjang karier divisi hukum dimulai dari legal staff, senior legal staff, manager atau legal head, dan jika ada, legal director. Penyebutan lain yang biasa digunakan juga in-house counsel, senior legal counsel, general manager legal counsel atau general counsel, dan legal head. Atau, dalam bahasa Indonesia umumnya staf hukum, kepala seksi hukum, dan kepala divisi hukum.

 

(Baca Juga: Corporate Lawyer dan In House Counsel, Serupa Namun Tak Sama)

 

Meskipun berbeda-beda penyebutan dan tingkatan dalam jenjang karier, menurut Yudhistira ada kesamaan yang umum. Ia mengungkapkan, biasanya ada tiga klasifikasi jenjang yaitu level junior staf, level senior staf, dan level manajer.

 

Bagi level junior staf, Yudhistira menuturkan, tanggung jawabnya terkait dengan pekerjaan yang bersifat operasional. Misalnya, melakukan riset aturan-aturan yang berkaitan dengan aktivitas bisnis perusahaan. Kemudian, menganalisis aturan mana yang harus diterapkan dan apa konsekuensinya jika tidak menerapkan aturan tersebut. Selanjutnya, membuat memo apa saja yang harus dilakukan agar perusahaan taat terhadap aturan yang berlaku.

 

Sementara itu, bagi level senior staf, rentang tanggung jawabnya adalah mereview pekerjaan junior staf. Hasil pekerjaan junior staf dibuat lebih matang lagi untuk bisa dipresentasikan kepada manajer atau direktur.

 

Oleh karenanya, untuk level manajer rentang tanggung jawabnya adalah bersifat strategis. Manajer bertanggung jawab membuat rencana jangka panjang terkait operasional perusahaan. Termasuk, menyusun budget yang diperlukan berkaitan dengan aspek hukum perusahaan.

 

“Pada intinya, pekerjaan sebagai legal officer atau in-house counsel ini sangat menarik dan penuh tantangan. Sebab, seperti pengalaman saya, berbeda sekali dengan pekerjaan yang dilakukan corporate lawyer. Kita tidak hanya menjadi sumber untuk menyelesaikan permasalahan perusahaan. Akan tetapi, kita terlibat mengawal semua aktivitas perusahaan dari a sampai z,” pungkasnya.

 

Tags:

Berita Terkait