Bisnis

Barang-barang Dilarang Ekspor/Impor

Bacaan 4 Menit
Barang-barang Dilarang Ekspor/Impor

Pertanyaan

Halo, saya ingin menanyakan sumber yang menampilkan daftar barang yang boleh diimpor dan diekspor (ataupun barang terlarang) sesuai dengan ketentuan hukum terbaru di Indonesia. Apakah ada sumber terpercaya dan lengkap? Terima kasih.

Intisari Jawaban

circle with chevron up

Alih-alih mengetahui rincian barang-barang yang boleh diimpor dan diekspor, Anda bisa merujuk pada ketentuan yang mengatur barang-barang yang dilarang untuk diekspor dan diimpor dalam Peraturan Menteri Perdagangan Nomor 18 Tahun 2021 tentang Barang Dilarang Ekspor dan Barang Dilarang Impor (“Permendag 18/2021”).

Apa saja yang diatur dalam Permendag 18/2021 tersebut?

Penjelasan lebih lanjut dapat Anda klik ulasan di bawah ini.

Ulasan Lengkap

Artikel di bawah ini adalah pemutakhiran kedua dari artikel dengan judul Barang-barang yang Dilarang Diekspor/Diimpor yang dibuat oleh Ilman Hadi, S.H. dan pertama dipublikasikan pada Kamis, 06 Desember 2012, kemudian dimutakhirkan pertama kali pada 10 Januari 2018.

Barang-barang Dilarang Ekspor

Sebelumnya perlu Anda pahami bahwa barang yang dilarang untuk diekspor dan barang yang dilarang untuk diimpor harus memenuhi kriteria:[1]

  1. terkait dengan perlindungan terhadap kesehatan, keselamatan manusia, hewan, ikan, tumbuhan, dan lingkungan hidup;
  2. terkait dengan keamanan nasional, kepentingan nasional, atau kepentingan umum, termasuk sosial, budaya, dan moral masyarakat; dan/atau
  3. termasuk tumbuhan alam dan satwa liar yang perlu dijaga kelestariannya.

Mengenai barang apa saja yang dilarang untuk diekspor, hal ini diatur dalam Peraturan Menteri Perdagangan Nomor 18 Tahun 2021 tentang Barang Dilarang Ekspor dan Barang Dilarang Impor (“Permendag 18/2021”) yang meliputi:[2]

  1. barang dilarang ekspor bidang kehutanan;
  2. barang dilarang ekspor bidang pertanian;
  3. barang dilarang ekspor pupuk subsidi;
  4. barang dilarang ekspor bidang pertambangan;
  5. barang dilarang ekspor barang cagar budaya; dan
  6. barang dilarang ekspor sisa dan skrap logam.

Lebih lanjut, rincian barang-barang yang dilarang untuk diekspor disebutkan dalam Lampiran I Permendag 18/2021. Misalnya barang dilarang ekspor pupuk subsidi terdiri dari urea dalam larutan air maupun tidak dan lain-lain seperti pupuk urea dalam bentuk tablet atau bentuk semacam itu atau dalam kemasan dengan berat kotor melebihi 10 kg.[3]

Eksportir dilarang mengekspor barang-barang yang dilarang ekspor, dan jika melanggarnya akan dikenai sanksi sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan.[4]

Barang-barang yang Boleh Diekspor

Di sisi lain, sepanjang penelusuran kami, tidak ada peraturan yang secara khusus mengatur barang-barang apa saja yang boleh diekspor. Oleh karena itu, dengan mendasarkan pada daftar barang dilarang ekspor dalam Permendag 18/2021, berarti barang-barang yang tidak disebutkan dalam Lampiran I Permendag 18/2021 boleh diekspor.

Namun demikian, Anda perlu mematuhi pelaksanaan ketentuan ekspor dalam Peraturan Menteri Perdagangan Nomor 19 Tahun 2021 tentang Kebijakan dan Pengaturan Ekspor.

Barang-barang Dilarang Impor

Sama halnya dengan rincian barang-barang dilarang ekspor, untuk mengetahui apa saja barang yang dilarang impor, Anda bisa merujuknya dalam Permendag 18/2021. Adapun barang dilarang impor meliputi:[5]

  1. barang dilarang impor berupa gula dengan jenis tertentu;
  2. barang dilarang impor berupa beras dengan jenis tertentu;
  3. barang dilarang impor berupa bahan perusak lapisan ozon;
  4. barang dilarang impor berupa kantong bekas, karung bekas, dan pakaian bekas;
  5. barang dilarang impor berupa barang berbasis sistem pendingin yang menggunakan Chlorofluorocarbon (CFC) dan Hydrochlorofluorocarbon 22 (HCFC-22) baik dalam keadaan kosong maupun terisi;
  6. barang dilarang impor berupa bahan obat dan makanan tertentu;
  7. barang dilarang impor berupa bahan berbahaya dan beracun (B3);
  8. barang dilarang impor berupa limbah bahan berbahaya dan beracun (limbah B3), dan limbah nonbahan berbahaya dan beracun (limbah non-B3) terdaftar;
  9. barang dilarang impor berupa perkakas tangan (bentuk jadi); dan
  10. barang dilarang impor berupa alat kesehatan yang mengandung merkuri,

Daftar barang-barang yang dilarang impor tersebut tercantum dalam Lampiran II Permendag 18/2021.[6] Misalnya, barang dilarang impor untuk jenis kantong bekas, karung bekas, dan pakaian bekas antara lain:[7]

  1. Kantong dan karung dari jenis yang digunakan untuk membungkus barang, dari serta jute atau serat tekstil kulit pohon lainnya;
  2. Pakaian bekas dan barang bekas lainnya.

Importir dilarang mengimpor barang-barang yang dilarang impor, dan jika melanggarnya akan dikenai sanksi sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan.[8]

Barang-barang yang Boleh Diimpor

Menjawab pertanyaan Anda, sepanjang penelusuran kami, memang tidak disebutkan secara spesifik barang apa saja yang boleh diimpor, maka semua barang boleh diimpor, kecuali yang termasuk sebagai barang dilarang impor.

Namun, perlu diperhatikan juga Peraturan Menteri Perdagangan Nomor 20 Tahun 2021 tentang Kebijakan dan Pengaturan Impor, yang di dalamnya disebutkan adanya penetapan barang dibatasi impor.

Seluruh informasi hukum yang ada di Klinik hukumonline.com disiapkan semata – mata untuk tujuan pendidikan dan bersifat umum (lihat Pernyataan Penyangkalan selengkapnya). Untuk mendapatkan nasihat hukum spesifik terhadap kasus Anda, konsultasikan langsung dengan Konsultan Mitra Justika.

Perkaya riset hukum Anda dengan analisis hukum terbaru dwi bahasa, serta koleksi terjemahan peraturan yang terintegrasi dalam Hukumonline Pro, pelajari lebih lanjut di sini.

Demikian jawaban dari kami, semoga bermanfaat.

Dasar Hukum:

  1. Peraturan Pemerintah Nomor 29 Tahun 2021 tentang Penyelenggaraan Bidang Perdagangan;
  2. Peraturan Menteri Perdagangan Nomor 18 Tahun 2021 tentang Barang Dilarang Ekspor dan Barang Dilarang Impor;
  3. Peraturan Menteri Perdagangan Nomor 19 Tahun 2021 tentang Kebijakan dan Pengaturan Ekspor;
  4. Peraturan Menteri Perdagangan Nomor 20 Tahun 2021 tentang Kebijakan dan Pengaturan Impor.

[1] Pasal 10 ayat (3) Peraturan Pemerintah Nomor 29 Tahun 2021 tentang Penyelenggaraan Bidang Perdagangan (“PP 29/2021”)

[2] Pasal 2 ayat (2) Permendag 18/2021

[3] Lampiran I Permendag 18/2021, hal. 5

[4] Pasal 3 jo. Pasal 6 Permendag 18/2021

[5] Pasal 2 ayat (3) Permendag 18/2021

[6] Pasal 2 ayat (3) Permendag 18/2021

[7] Lampiran II Permendag 18/2021, hal. 5

[8] Pasal 3 jo. Pasal 6 Permendag 18/2021